Kamis, 04 Desember 2008

Asyiknya Mengajar Anak SD

Rasanya setiap guru mempunyai pengalaman masing-masing saat melaksanakan tugasnya di kelas pembelajarannya. Begitu juga halnya dengan aku saat melaksanakan tugas di kelas.
Aku saat sekarang mengajar kelas V, kelas ini sudah aku bimbing sejak kelas IV. Sekolah kam memang menerapkan pola pembelajaran dengan sistem dampingi sejak kelas IV hingga mengantar anak kelas VI.
Rasanya dengan pola seperti ini proses pendidikan dan pembelajaran emnajdfi lebih ringan dan mudah. Aku merasakan bahwa dengan sistem mendamping anak sejak kelas IV dan mengantar hingga Kelas VI, merupakan langkah bagus agar anak berhasil.
Hal ini kuanggap baik sebab dengan cara seperti ini, kita jadi mengetahui setiap kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh anak-anak.
Setiap saat kita dapat melakukan kegiatan dengan skala prioritas yang sudah kita ketahui sebelumnya. Artainya, kita sudah mengetahui, anak-anak mana yang perlu mendapatkan perhatian ekstra, mana anak yang biasanya atau anak-anak yang dapat dipercaya untuk menjadi pendamping teman-temannya.
Dari kondisi terjelek saat aku terima anak-anak ini, saat mulai kuajar di kelas 3, terus terang saja, anak-anak ini termasuk dalam jalur lambat. banyak anak yang kualitas dirinya rendah, kurang mampu secara intelek maupun skillnya. dengan sabar aku coba bimbing mereka dan sekarang aku dapat melihat bahwa sebenaarnya mereka bukan anak yang lemah. mereka bukan anak yang lemah daya pikirnya. mereka hanya mebutuhkan bimbingan yang benar-benar proporsional untk tingkat kebutuhannya.
Sekarang mereka sudah termasuk anak-anak yang pandai sehingga SKM yang kustandarkan selalu dpat mereka capai dengan gemilang, apalagi ketika kuterapkan pohon prestasi dmana setiap anak dapat memberikan tanda khusus pada namanya setiap kali mendpaatkan nilai sempurna, maka mereka semakain semangat untuk mendapatkan nilai dan kualiats dri terbaik.
SAemoga hal ini terus sehingga mereka mudah saat mengikuti ujian di eklas VI nanti, Semoga saja!!

Minggu, 23 November 2008

Penerapan Pendekatan Kontekstual di Kelas

Pada dasarnya segala hal yang kita miliki diawali oleh keinginan untuk menge-tahui dan memiliki sesuatu dengan sebaik-baiknya. Keinginan inilah motor penggerak bagi setiap orang untuk berusaha dengan segenap tenaga dan pikiran. Kita menyadari bahwa kita masih banyak kekurangannya dan berusaha memenuhi kekurangan tersebut dengan berbagai hal yang kita temukan dalam kehidupan.
Salah satu langkah yang kita tempuh adalah dengan belajar. Berbagai hal kita pelajari sehingga kita menguasai segala aspek yang kita inginkan. Dan, dari semua langkah yang kita lakukan dalam proses belajar tersebut, maka bertanya merupakan pintu yang harus kita lewati sebelum kita mengetahui secara detail hal-hal yang ingin kita ketahui.
Dalam kaitannya dengan pendekatan kontekstual ini, maka bertanya menjadi sebuah keterampilan khusus yang harus dimiliki oleh seorang guru agar proses pemel-ajaran yang dipandunya dapat berjalan secara maksimal. Pada pendekatan ini, seorang guru memang harus mempunyai kemampuan bertanya yang betul-betul efektif sehingga mampu mengarahkan siswanya pada tujuan belajarnya.
Pada saat kita menerapkan pendekatan kontekstual pada aspek bertanya. Kita harus mempunyai dan mampu menerapkan keterampilan bertanya kepada siswa secara efektif sehingga poin-poin pertanyaan dapat menjadi pengetahuan bagi siswa.
Selama ini yang menjadi kendala utama dalam proses pemelajaran adalah sulit-nya mengarahkan siswa untuk aktif menggali pengetahuan dan keterampilannya pada sumber belajar yang kompeten. Siswa tidak mampu mendeskripsikan hal yang ditanya-kan pada guru. Mereka sulit untuk bertanya walaupun sebenarnya mereka belum memahami konsep yang diajarkan guru.
Berkait dengan hal tersebut, maka ketika guru banyak memberikan pertanyaan pada siswa, maka setidaknya siswa mempunyai gambaran hal-hal yang perlu ditanyakan pada guru. Disamping itu, dengan keterampilan bertanya ini, maka daya ingat siswa ter-pancing sehingga memunculkan pengetahuan yang tersimpan di dalam memori otaknya dan selanjutnya mereka dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
Proses pemelajaran pada saat ini memang telah bergulir dari pemusatan guru menjadi pemusatan pada siswa. Dengan demikian, maka dibutuhkan kemampuan pada siswa. Dan, untuk mempunyai kemampuan yang diharapkan tersebut, maka seorang siswa harus secara aktif menanyakan hal-hal yang tidak / belum diketahuinya.
Dengan keterampilan bertanya yang bagus, maka setidaknya hal tersebut juga merupakan sarana bagi guru untuk mendapatkan banyak hal, khususnya berkait dengan kemampuan yang dimiliki oleh siswa. Kita dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang kita ajarkan. Dan, siswa terbangkitkan untuk ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran sehingga hal tersebut secara langsung berdampak pada meningkatnya kemampuan siswa dalam aspek yang kita ajarkan.

Sabtu, 08 November 2008

Beberapa Kegiatan Guru Wanita Mojokerto

Kegiatan Guru Wanita Mojokerto memang tidak banyak, tetapi setidaknya hal tersebut menggambarkan betapa sebenarnya kegiatan guru sangatlah banyak, walau itu guru wanita!

Membuat Nasi tumpeng berbentuk Kapal Perang untuk LOmba Team Penggerak PKK Desa Gembongan


Membimbing anak didik di rumah sebagai upaya peningkatan kualitas anak didik dalam persiapan menghadapi perlombaan mata pelajaran tingkat kecamatan.



Ikut Menghadiri sebuah acara keagamaan yang diselenggarakan oleh PKK Desa

Kamis, 30 Oktober 2008

teman guru yang sangat trendy



Saat mengikuti Gerak Jalan 17 Agustus 2008



he...he.... makan bakso kepedasan!



Ini saat makan bakso begitu lezat dan enaknya

Kegiatan Guru Wanita beserta rombongan dari SDN Gempolkerep IIGempolkerep, Gedeg, Mojokerto, ke daerah wisata di Pacitan

Dalam upaya menyegarkan pikiran dan menambah pengetahuan serta meningkatkan kemampuan dalam pengenalan lingkungan lebih dalam, maka guru wanita dan kelompok sekolah dasar gempolkerep 2 beserta komite sekolah melakukan perjalanan wisata ke beberapa daerah wisata di Pacitan, Goa Gong, Banyu Panas, Pantai.

ini gambar saat berada di depan mulut gua Gong!



ini dua patung penjaga pintu masuk ke gua Gong



bersama ibu Kepala Sekolah di depan mulut gua Gong

Jumat, 05 September 2008

Perlu Kebijakan di SDN Gempolkerep II

Setiap isntsitusi selalau menghadapi permasalahan setiap saat. permasalahan tersebut dapat berasal dari luar institusi ataupun dari dalam institusi sendiri. Dalam hal ini kadar permasalahan yang terjadi kadangkala melampau batas kesabaran hati sehingga seringkali menumbuhkan sikap dan pola pikir yang sangat merugikan institusi secara umum.
Tentunya, dalam hal ini kita dituntut untuk dapat memberikan sikap terbaik agar permasalahan tidak malah menjadikan kita terpuruk olehnya. Masalah dan setiap masalah memang mempunyai kecenderungan untuk merusak kondisi kita.Tujuan setiap amsalah memang ingin merusak kondisi kita yang baik sehingga rusak. Jika kita terbawa oleh masalah tersebut, maka sudah barang tentu kehancuran adalah titik akhirnya.
Oleh karena itulah, maka sikap lapang hati dan lapang dada dalam menghadapi setiap masalah sangat diperlukan agar tidak merusak kondisi.
Ya, kedewasaan adalah kunci keluarnya.
Kita harus dapat menghadapi setiap permasalahan dengan sikap dewasa dan tidak malah menjadikan masalah semakin besar!
Selama ini yang terjadi adalah kebiasaan membesar-besarkan masalah yang sebenarnya sangat sipil untuk diselesaikan. Kita terlalu memikirkan hal kecil sehingga menjadi besar dan kita kewalahan untuk menyelesaikannya.
Seperti yang seringkali dialami adalah masalah laporan dari wali murid yang disampaikan ke seorang perseorang. Hal ini sebenarnya tidak pada tempatnya! Dan tidak perlu diperhatikan!
Jika ada wali murid yang merasa ada sesuatu yang tidak berkenan, maka seharusnya mereka datang ke sekolah dan menyampaikan kepada pimpinan sebab setiap sekolah ada pimpinan yang mengatur kondisi sekolah. Kepala sekolah inilah yang nantinya mengambil kebijakan berdasarkan kondisi yang ada, tentu saja setelah dilakukan proses mempelajari secara seksama dan teliti dalam segala aSPEK TERKAIT DENGAN AMSALAH TERSEBUT.
Kepala sekolah ataupun guru yang menerima 'wadulan' dari orangtua murid tidak dapat begitu saja menanggapi sebelum melakukan konfirmasi atas sumber masalahnya.
Hal ini terkait pada kenyataan bahwa tidak ada orang yang benar-benar murni pemikirannya. Kadangkala karena sedikit masalah, maka seseorang mencari-ari masalah untuk menghancurkan, minimal menggalaukan kondisi agar tidak tenang!
Oleh karena itulah, maka pada tulisan ini penulis berharap agar teman-teman selalu engedepankan dinginnya hati dan tenangnya pemikiran sebelum mengambil tindakan atas kabar atau 'wadulan' dari orang-orang, walaupun itu wali murid kita!
Semoga dengan langkah ini, maka kita dapat mempertahankan eksistensi kita, bahkan semakin mengembangkannya menjadi ekstra.
Salam sukses!!!

Anak-anak didikku di SDN Gempolkerep II